Tanaman Obat Temulawak

Jika Korea punya ginseng, Indonesia punya temulawak. Temulawak menjadi ikon herba Indonesia karena multikhasiat. Rimpang temulawak curcuma xanthorriza merangsang sekresi empedu dan pankreas. Sebagai fitofarmaka tanaman obat temulawak bermanfaat untuk mengobati penyakit saluran pencernaan, kelainan hati, kandung empedu, pankreas, usus halus, tekanan darah tinggi, kontraksi usus, tuberculosis dan sariawan. Secara tradisional, rimpang kerbata jahe digunakan untuk mengobati diare, disentri, wasir, bengkak karena infeksi, eksim, cacar, jerawat, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu makan, kejang-kejang, radang lambung, kencing darah, ayan, dan kurang darah atau anemia. Rimoang terdiri atas 2 macam, rimpang induk seukuran telur itik dan berbentuk membuat. Sedangkan rimpang anak seukuran jari.

Penanaman tanaman obat temulawak pada wal musim hujan. Jarak tanam 60 cm x 60 cm sehingga total populasi 20.000-25.000 tanaman per ha. Temulawak siap panen ketika daun menguning atau kering. Produksi 10-12 ton per ha. Kadar minyak asiri justru lebih tinggi pada temulawak hasil budidaya didataran tinggi. Senyawa utama dalam rimpang adalah kurkumin. Kandungan kimia minyak asiri antara lain, feladren, kamfer, turmerol, tolilmetilkarbinol, gemarkron, tumeron, dan xanthorizol yang mempunyai kandungan tertinggi (40%).

Khasiat utama dari tanaman obat temulawak adalah sebagai hepaprotektor (mencegah penyakit pada hati) dan menambah nafsu makan. Selain itu, temulawak bersifat sebagai perangsan keluarnya cairan empedu, menurunkan kadar kolesterol, menurunkan panas (antipiretik) dan antibakteri. Khasiat temulawak untuk pengobatan kanker adalah karena kandungan curcumin dalam rimpang temulawak berkhasiat sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan anti tumor. Selain itu, temulawak juga berkhasiat menghilangkan rasa nyeri dan sakit karena kanker. Ekstrak temulawak berguna untuk mencegah penyakit hati, termasuk hepatitis B yang menjadi salah satu faktor resiko timbulnya kanker hati.

Kandungan zat yang terdapat [ada rimpangĀ  temulawak teridir atas pati, abu, serat dan minyak atsiri. Rimpang yang dihasilkan dari dataran tinggi lebih banyak kandunga minyak atsirinya dibandingkan dengan rimpang dari dataran rendah. Kelebihan rimpang yang dihasilkan dari dataran rendah antara lain kandungan patinya lebih tinggi dibandingkan dengan rimpang dari dataran tinggi. Koponen kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning yang disebut kurkumin, dan juga protein, pati serta zat-zat minyak atsiri. Minyak atziri temulawak mengandung phelandren, kamfer, borneol, xanthorizol turmerol dan sineal. Kandungan kurkumin dalam rimpang temulawak berkisar antara 1,6% -2,22% dihitung berdasarkan berat kering. Berkat kandungan kurkumin dan zat-zat minyak atsiri tadi, diduga merupakan penyebab berkhasiatnya temu lawak.


=====================================

>>> Temulawak Memelihara Kesehatan Hati, Mengatasi Hepatitis, Sakit Kuning, Memperbaiki Nafsu Makan, Mengatasi Perut Kembung dan Wasir, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>