Tanaman Temluawak

Tanaman temulawak (curcuma xanthoriza), merupakan herba yang menahun, dengan tinggi tanaman yang bsia mencapai 2 m. Adapun hasil utama dari tanaman temulawak ini adalah umbi atau rimpangnya. Rimpang temulawak terdiri atas rimpang induk yang berbentuk silindris yang ukurannya akan semakin besar seiring dengan pertambahan umjur, serta rimpang cabang yang berukuran lebih kecil dan tumbuh ke segala arah.  Temulawak dapat dikembangbiakan dengan menggunakan umbi atau rimpang yang terlebih dahulu telah dituntaskan. Tanaman temulawak dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga dataran dengan ktinggian 1.500 m dpl. Adapun umbi temulawak dapat dipanen saat tanaman telah berumur kurang lebih 1 tahun.

Rimpang tanaman temulawak menganding beberapa macam unsure kimia, yang antara lain berupa  curcumin (zat warna kuning) 1,4%-4%; minyak atsiri yang teridir atas phellandreen, kamfen dan lain-lain sebanyak 7,3%-29,45; zat tepung 37%-615; lemak; tanning; serta amilum. Minyak asiri serta curcumin merupakan zat pemberi sifat khas pada temulawak. Seperti halnya dengan jenis empon-empon yang lain, rimpang tanaman temulawak juga banyak digunakan dalam beberapa macam industry sebagai berikut :

  1. Industri minuman, bir temulawak, instan temulawak
  2. Industri obat tardisional atauu jamu
  3. Industri bumbu dapur.

Pada saat ini, sudah sering dijumpai obat tradisional berupa bubuk atau serbuk temulawak yng dijual dalam bentuk kapsul. Tanaman temulawak memiliki rasa sedikit pahit, tanaman ini berkhasiat sebagai antiradang, antisembelit, tonikum, dan diuretic. Khasiat temulawak sebagia antirang diperoleh dari kandungan kurkuminoidnya.  Bagian tanaman yang dimanfaatkan dalam pengobatan rematik adalah rimpangnya, baik rimpang sehar maupun rimpang kering.

Temulawak juga bisa membantu meningkatkan nafsu makan anak, cara membuat ramuannya adalah:

Bahan : 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit adas pulawaras.

Cara membuat : Semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.

Cara menggunakan : diminum 3 kali sehari.

Pengobatan untuk bronchitis ;

Bahan : rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing 2 rimpang sebesar ibu jari), keningar, 1 genggan daun pecut kuda, ½ genggam daun iler, dan kayu manis secukupnya.

Cara membuat : Semua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Pengobatan sakit limpa :

Bahan : 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi temulawak sebesar ibu jari, dan  genggam daun meniran.

Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

Cara menggunakan : diminum 2 kali seari 1 cangkir, diminum pagi dan sore.


=====================================

>>> Temulawak Memelihara Kesehatan Hati, Mengatasi Hepatitis, Sakit Kuning, Memperbaiki Nafsu Makan, Mengatasi Perut Kembung dan Wasir, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Temulawak and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>